Kenali Perbedaan Bebek Peking dan Hibrida Sebelum Beternak

Dalam dunia peternakan, khususnya ternak bebek, ada banyak jenis bebek yang biasa diternak oleh masyarakat di Indonesia. Ade kategori bebek lokal dan ada pula yang kategori bebek import varian baru, yaitu bebek peking dan hibrida yang ternyata cukup banyak peminatnya. Untuk itulah, kamu perlu tahu perbedaan dari kedua jenis bebek  tersebut.

Mengapa bebek import tergolong jenis yang populer di antara sekian banyak peternak bebek di Indonesia? Karena pada dasarnya bebek import memiliki postur fisik yang lebih besar, sehingga memiliki daging yang lebih banyak.

Selain itu, dagingnya pun lebih empuk serta bergizi tinggi. Untuk mengetahui informasi langsung mengenai perbedaannya , kamu wajib banget simak ulasan artikel di bawah ini!

Perbedaan Bebek Peking dan Hibrida

Kedua jenis bebek import ini pada dasarnya sama-sama termasuk golongan bebek pedaging. Lalu apa saja perbedaan di antara keduanya?

1.    Bebek Peking

Perbedaan yang pertama adalah dari asalnya. Bebek peking merupakan bebek import yang asalnya dari Daratan Cina. Meski bukan berasal dari tanah air, habitat maupun ekosistemnya sangat cocok untuk menernak jenis unggas yang satu ini.

Itulah mengapa bebek peking termasuk salah satu primadona unggas, karena pemeliharaannya tergolong mudah dan mampu menghasilkan keuntungan yang lebih besar daripada jenis bebek lokal.

Bebek peking banyak menarik perhatian kalangan peternak bebek, karena memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya adalah tingkat pertumbuhannya yang bisa dibilang sangat cepat.

Satu ekor bebek peking digadang-gadang bisa mencapai berat maksimal hingga 3 kilogram dalam jangka waktu pemeliharaan sekitar 40 hari saja. Tak hanya itu, daya tahan tubuh bebek peking juga sangat tangguh sehingga tidak mudah terjangkiti oleh penyakit unggas.

Bebek peking umumnya mempunyai bulu berwarna putih dengan paruh kuning yang khas dan mudah untuk dikenali. Jenis bebek ini juga mampu menghasilkan telur dengan komposisi betina dan pejantan.

Umumnya peternak unggas lebih memanfaatkan dagingnya daripada telur. Itu karena kembali lagi pada ciri fisik bebek peking yang lebih besar daripada jenis bebek lainnya.

2.    Bebek Hibrida

Jika bebek peking lebih dimanfaatkan dagingnya, maka pemanfaatan bebek hibrida lebih kepada telurnya. Di sinilah letak perbedaan bebek peking dan hibrida yang utama. Itu karena bebek hibrida mampu menghasilkan telur tetas yang lebih unggul.

Perkembangannya juga tergolong cepat, tidak secepat bebek peking namun lebih cepat daripada jenis bebek lokal. Kemudian, pekannya juga tidak memakan banyak biaya, sehingga dari sisi modal pun juga lebih efisien. Bebek hibrida merupakan hasil persilangan antara jenis bebek lokal dengan bebek peking.

Lebih tepatnya bebek lokal jenis Mojosar dengan bebek peking jenis Alabio. Bebek pejantan dijadikan bebek potong, sedangkan bebek betina dijadikan sebagai bebek petelur.

Meskipun telur bebek hibrida lebih unggul dari bebek peking, namun masyarakat Indonesia juga memanfaatkan dagingnya. Oleh sebab itulah, sebagian besar orang Indonesia lebih menyukai bebek hibrida daripada bebek peking maupun lokal.

Untuk posturnya mirip seperti botol, bulunya berwarna hitam kombinasi coklat. Paruh dan kakinya pun berwarna hitam.

Sudah Tahu Perbedaan Bebek Peking dan Hibrida?

Nah, begitulah informasi terkait perbedaan dari kedua jenis bebek yang perlu kamu ketahui karena dengan mengenali jenis bebek yang tepat kamu dapat mengolah menu bebek yang enak. Temukan tempat Jual Bebek Peking Murah, namun mengedepankan kualitas di bebekpeking.id!

Leave a Reply

WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja!
👋 Hai, ada yang bisa saya bantu?